Menara Keagungan terdiri atas lima lantai, dengan rincian dari dasar sampai ke puncak menara sebagai berikut:
Lantai
I = 446,56 m2 tinggi 10 meter, auditorium 199,3 m2, selasar 212,38m2,
dengan daya tampung 200 orang, dirancang untuk tempat rapat;
Lantai II = 352,25 m2, tinggi 14 meter, kapasitas 120 orang, dirancang sebagai restaurant dan tempat bersantai
Lantai
III = 157,3 m2, tinggi 30 meter, kapasitas 40, dirancanakan sebagai
tempat penjualan suvenir (toko suvenir) cendera mata khas gorontalo
Lantai IV = 96,96 m2, tinggi 39 meter, dengan kapasitas 20 orang
Lantai V = 31,36 m2, tinggi 58 meter, kapasitas 10 orang
Puncak
menara setinggi 65 berbentuk kubah masjid, Lebar kaki pancang 21
meter.Untuk mencapai puncak menara keagungan, menggunakan dua jalan
alternatif, yang pertama naik tangga dan kedua naik lift. Menara ini
dilengkapi dengan dua lampu sorot dengan jarak jangkauan masing-masing
70 km. Sehingga pada malam hari lampu tersebut dapat di lihat dari pusat
Ibukota Provinsi Gorontalo
Menara
Keagungan di lihat dari lokasi Taman Kota LimbotoDi Menara Keagungan
terdapat prasasti nama nama Pengunjung Perdana Menara Keagungan yang di
abadikan. Nama nama tersebut sebagian besar adalah pengusaha gorontalo
yang memberikan bantuan Rp 50 juta saat peresmian menara. Pengusaha
pengusaha tersebut adalah :
1. H. Abdullah Alkatiri, S.H.
2. H. Zainuddin Hasan, M.B.A.
3. H. Syamsur Yunus
4. Drs. H. Rusli Habibie
5. Agung Mazin, S.H.
6. Drs. H. Hamzah Isa, S.H.
7. H. Roem Kono
8. Dr. Ir. Moh. Revodi A.
9. Ir. H. Hamid Kuna
10.H. Rahmat Gobel
11.H. Dahlan Muda
Akses
ke lokasi menara sangatlah mudah, wisatawan yang datang, baik
menggunakan jasa angkutan udara (Bandara Jalaluddin Gorontalo), Jasa
angkutan darat (bus lintas Sulawesi) maupun yang menggunakan Jasa
angkutan laut (melalui pelabuhan Anggrek Kecamatan Kwandang, Kabupaten
Gorontalo Utara) dapat melihat langsung Menara tersebut jika menuju
ibukota Provinsi Gorontalo. Dari puncak Menara Keagungan para pengunjung
dapat melihat panorama alam seputar Gorontalo.

